Perbedaan Gaya Belajar Anak dan Cara Orang Tua Bisa Mendukung

Dipublikasikan pada 24 Jan 2026 | Kategori: Berita, Inspirasi, Tips & Trik

Perbedaan Gaya Belajar Anak dan Cara Orang Tua Bisa Mendukung

Setiap anak belajar dengan cara yang berbeda.

Ada anak yang cepat paham saat melihat gambar, ada yang harus mendengar penjelasan berulang, dan ada juga yang baru benar-benar mengerti setelah mencoba langsung. Masalahnya, banyak orang tua tanpa sadar membandingkan cara belajar anaknya dengan anak lain atau bahkan dengan cara belajarnya sendiri dulu. Padahal, tidak ada gaya belajar yang lebih baik atau lebih buruk. Yang ada hanyalah: cocok atau tidak.


1. Anak Visual

Belajar lewat melihat

Anak dengan gaya belajar visual memahami informasi lebih cepat ketika disajikan dalam bentuk gambar, warna, dan tampilan yang terstruktur. Mereka cenderung “menangkap” pelajaran lewat apa yang mereka lihat, bukan hanya dari penjelasan lisan.

Anak dengan gaya belajar visual biasanya:

  • Mudah mengingat gambar, warna, dan bentuk

  • Suka membaca, melihat ilustrasi, atau menonton video edukasi

  • Lebih cepat paham jika materi disajikan secara visual

Cara orang tua mendukung:

  • Gunakan gambar, flashcard, dan mind map

  • Ajak anak menulis atau menggambar ulang materi

  • Sediakan buku dan media visual yang menarik


2. Anak Auditori

Belajar lewat mendengar

Anak auditori belajar paling efektif melalui suara, percakapan, dan penjelasan lisan. Mereka sering kali memahami pelajaran lebih baik saat bisa mendengarkan, berdiskusi, atau mengulang materi dengan suara.

Anak auditori cenderung:

  • Cepat menangkap informasi dari penjelasan lisan

  • Suka bercerita dan bertanya

  • Lebih mudah mengingat lewat diskusi atau lagu

 Cara orang tua mendukung:

  • Ajak anak berdiskusi tentang apa yang dipelajari

  • Bacakan cerita atau materi dengan suara

  • Gunakan lagu, dialog, dan percakapan sehari-hari


3. Anak Kinestetik

Belajar lewat gerak dan praktik

Anak kinestetik memahami pelajaran dengan baik saat mereka bisa bergerak, mencoba, dan terlibat langsung. Duduk diam terlalu lama sering kali justru membuat mereka sulit fokus.

Anak kinestetik biasanya:

  • Sulit duduk diam terlalu lama

  • Belajar paling efektif lewat praktik langsung

  • Suka bermain peran, eksperimen, dan aktivitas fisik

Cara orang tua mendukung:

  • Libatkan anak dalam aktivitas hands-on

  • Gunakan permainan edukatif

  • Izinkan anak belajar sambil bergerak

 

Penting untuk Diingat Orang Tua

Banyak anak tidak hanya memiliki satu gaya belajar, tapi kombinasi dari beberapa gaya. Karena itu, anak bisa terlihat “lambat” di satu metode, tapi justru sangat cepat di metode lain.

Saat anak kesulitan belajar, sering kali masalahnya bukan pada kemampuan anak, melainkan cara belajarnya yang belum sesuai.

Peran Orang Tua: Mendampingi, Bukan Menghakimi

Anak yang merasa aman dan tidak takut salah akan lebih berani mencoba, bertanya, dan berkembang. Dukungan orang tua bukan soal menuntut hasil cepat, tapi menyediakan ruang belajar yang tepat.

 

OAKLEARN Center

Di OAKLEARN Center (English & Mandarin School), kami memahami bahwa setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda. Karena itu, proses belajar di OAKLEARN dirancang step-by-step, fleksibel, dan menyesuaikan cara belajar anak baik visual, auditori, maupun kinestetik.

Selain itu, anak-anak juga akan diajak untuk memerankan berbagai peran (role play) dalam proses belajar. Mulai dari percakapan sehari-hari, simulasi situasi nyata, hingga aktivitas interaktif yang membuat anak berani berbicara, mengekspresikan diri, dan menggunakan bahasa secara alami.

Melalui pendekatan ini, anak tidak hanya menghafal kata atau struktur bahasa, tetapi benar-benar memahami dan menggunakannya dalam konteks. Kepercayaan diri, keberanian mencoba, dan kemampuan komunikasi tumbuh seiring proses belajar.

Tags

anak belajar motivasi oaklearn pendidikan
Chat via WhatsApp ×

Hai! Ada yang bisa kami bantu?

Chat Sekarang